Menuju Mutu Pelayanan Rumah Sakit yang efektif, efisien dan terjangkau

Mengelola rumah sakit itu rumit, kalo sederhana itu namanya rumah makan – itu yang sering dikelakarkan oleh teman deket yang bekerja di lingkungan rumah sakit. Mengelola rumah sakit itu rumit karena meliputi banyak aspek yang serba padat: padat modal, padat profesi, padat regulasi dan padat masalah. Investasi di rumah sakit termasuk investasi yang cukup membutuhkan modal. Di dalam rumah sakit berbagai profesi (tenaga medis, paramedis keperawatan, paramedis non keperawatan, satpam, kebersihan dan sebagainya) ikut bekerja di dalamnya. Dalam pengelolaanya rumah sakit harus memenuhi berbagai ketentuan dari regulasi yang berasal dari berbagai kementrian. Oleh karena itu maka mengelola rumah sakit dipenuhi dengan berbagai masalah.

Salah satu masalah dalam rumah sakit adalah masalah meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan rumah sakit. Pelayanan rumah sakit ini harus diterjemahkan dalam arti luas, sejak dari pasien masuk halaman rumah sakit sampai dengan meninggalkan rumah sakit. Dan bukan hanya dari sisi medis saja namun juga sisi non medis. Bahkan bila merujuk berbagai sumber menunjukkan ternyata komplain pasien rumah sakit secara kuantitas didominasi oleh berbagai pelayanan non medis.  Sedangkan  dalam menilai Mutu harus menyeluruh, dan harus  meliputi 3 (+2) aspek : mutu input, mutu proses, mutu output, mutu outcome, mutu impact . Membahas mutu rumah sakit sama dengan membicarakan mutu segala aspek di dalam rumah sakit yang saling berkaitan dan saling berhubungan, mencakup Man, Money, Material, Method  .

Bagaimana dengan pelayanan yang efektif, efisien dan terjangkau masyarakat – adalah pertanyaan yang mencakup  semua aspek rumah sakit.  Pelayanan yang efektif terwujud bila status kesehatan menjadi  lebih baik (output) pada keseluruhan pelanggan RS (outcome) dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat pengguna (impact). Namun juga bila pelayanan dikerjakan secara baik (proses), dengan memakai SDM dan Peralatan yang baik (proses) dan kesemuanya dengan biaya yang dapat diterima.

Bila membicarakan pelayanan yang efisien maka kita banyak fokus pada biaya yang timbul. Biaya tersebut dapat dibagi menjadi biaya sdm dan biaya sarana. Biaya SDM haruslah yang memenuhi harapan SDM (pemilik, staf administrasi, staf yankes-med) yang berperan masing-masing namun saling terkait (saling berhubungan, saling mempengaruhi, saling bergantung) sebagai satu kesatuan Sistem . Didalam sistem tersebut  terdapat  rekrutmen, pendidikan, pengembangan, pemantapan, penghentian yang  kesemuanya dapat berupa biaya langsung maupun tidak langsung.

Sedangkan Biaya Sarana  harus dapat berfungsi secara baik  dan meliputi sistem Pembelian – Penyimpanan – Penggunaan – Pemeliharaan ) yang benar dan  kesemuanya bisa merupakan biaya langsung maupun tidak langsung. Dari biaya-biaya di atas maka suatu pelayanan dikatakan efisien bila pendapatan melebihi biaya.

Besarnya pendapatan yang dihasilkan dari penjualan tergantung pada volume penjualan dan harga penjualan. Volume penjualan tergantung pada kemauan calon pelanggan untuk membelinya serta kemampuan membeli dari calon pelanggan yang mau membeli (Willingness to pay : WTP) dan Ability to pay : ATP). Transaksi terjadi apabila ada kesepakatan antara penjual (yang mengharapkan pendapatan yang melebihi biaya) dan pembeli (yang mengharapkan untuk mendapatkan kepuasan dari pengorbanan/pembelian yang dia lakukan).

Bertemunya harapan / ekspektasi pembeli dengan harapan / ekspektasi penjual  à  itulah  Bisnis (tidak perlu meng-konotasi-kan “buruk” dengan istilah Bisnis. Bisnis dengan harga yang memuaskan kedua belah pihak itulah yang diartikan dengan kata Terjangkau.

Jadi keterjangkauan adalah relatif, sangat tergantung pada pansa pasar yang dibidik (seluruh masyarakat atau segmen khusus masyarakat).